Buku ini layak dibaca para pemula yang ingin menggeluti dunia jurnalistik.
Buku ini membahas segi-segi yang terkait dengan dunia radio dari demensi jurnalisme.
Salah satu program penting dalam siaran televisi adalah program berita (news programm). Program berita dikemas dalam 4 (empat) kali tayang; berita pagi, berita siang, berita sore dan berita malam. Berita-berita yang disiarkan televisi merupakan berita aktual bahkan lebih dari itu ada siaran berita yang langsung diwartakan dari tempat kejadian atau pada saat peristiwa itu terjadi. Di sinilah kel…
Benazir yakin bahwa pertarungan antara demokrasi dan kediktatoran, serta antara sikap ekstremis dan noderat adalah dua kekuatan utama milenium baru. Ia percaya bahwa mesan agama yang dicintainya, Islam, dipolitisir dan dieksploitasi
Buku teks dengan judul Bahasa Jurnalistik: Pedoman kebahasaan untuk mahasiswa, jurnalis, dan umum, merupakan penggabungan dari dua buku yang telah terbit sebelumnya, pada penerbit Santusta, Yogyakarta yaitu 'Asyik Berbahasa Jurnalistik: Kalimat jurnalistik dan temali masalahnya' dan 'Paragraf Jurnalistik: Menyusun alinea bernilai rasa dalam bahasa laras media. Dapat dipastikan, bahwa banyak ins…
Tubuh manusia didesain untuk bertambah berat dan didesain untuk mem-pertahankannya dengan risiko apa pun. Kelangsungan hidup kita bergan-tung pada hal tersebut. Sampai kita dihadapkan pada fakta ilmiah itu. kita takkan pernah berhasil memperoleh dan mempertahankan berat ideal.
Buku keempat, yang berjudul Secangkir Kopi Jon Pakir ini, lagi-lagi membawa aroma baru dalam khazanah kekaryaan Emha. Tanpa bermaksud 'mengesampingkan' karya-karyanya yang lain, baik yang berwujud puisi atau prosa (esai)**), dalam buku ini Emha tampak benar ber-gelut total dengan persoalan-persoalan hidup masyarakat kelas bawah, yang diungkapkan lewat 'bahasa jelata' sederhana (strukturnya) dan…
Buku ini berisi empat bagian. Bagian pertama membahas bagaimana media radio yang an sich adalah media publik dapat menjadi penyeimbang kepen-tingan negara (pemerintah), pasar dan publik. Bagian kedua membahas kemungkinan radio mahasiswa menjadi media publik dalam artian yang sebenarnya. Bagian ketiga membahas perspektif gender dalam radio dan bagian terakhir menyoal perlunya perombakan jurnalis…
Buku ini hadir untuk merekam salah satu seg-men perjalanan sejarah jurnalistik atau pers di Indo-nesia yang tengah "mabuk kebebasan" tersebut dengan mengangkat fenomena infotainment dalam industri televisi sebagai fokus pembahasannya. Buku ini berusaha seobyektif mungkin mendudukkan berbagai masalah seputar jurnalistik infotainment.
Dalam buku ini kami mencoba membicarakan segi-segi terpenting yang menyangkut siaran berita televisi. Di pihak lain kami menyadari bahwa naskah ini masih harus disempurnakan, apalagi bila kita melihat perkembangan pertelevisian, baik di negeri lain maupun di negeri kita. Dengan sendirinya setiap sasaran-perbaikan akan selalu kami terima dengan hati terbuka..