Text
Musuh dalam cermin: fundamentalisme islam dan batas rasionalisme modern
BUKU ini mencerminkan perpaduan dua minat, atau malah dua kon-sentrasi, politik dan intelektual. Minat pertama sebenarnya merupa kan pertanyaan yang dipicu oleh adanya paradoks dalam politik kontemporer: mengapa sistem demokrasi liberal sekuler seperti yang ada di Amerika Serikat mengalami penurunan drastis jumlah pemilih dan mengalami alienasi politik yang parah di saat gerakan religio-politik sedang hangat-hangatnya menyemangati orang untuk ber-upaya keras merombak dunia politik? Bagi para pengamat yang menganggap runtuhnya Tembok Berlin sebagai kemenangan demo-krasi atau, setidaknya, sebagai kemenangan negara kapitalis liberal, pertanyaan ini tampaknya salah alamat.
Tidak tersedia versi lain