Oleh sebab itu, kenyataan bahwa Kiai dari Ciganjur ini, dianggap sangat menentukan dalam wacana dan kiprah politik nasional menjadi petunjuk bahwa kontroversi yang mengitarinya ternyata belum membuatnya diabaikan oleh publik, malahan menjadikannya Presiden ke-4 Republik Indonesia, tanggal 20 Oktober 1999 Untuk memahami semua itu, buku ini menyajikannya satu demi satu buah pikiran Gus Dur dalam …